Langsung ke konten utama

Cari Materi Mengaji ☟

Benarkah Arab Saudi Bergerak ke arah Moderatisme ?

http://www.demakmengaji.info

M. Kholid Syeirazi

Arab Saudi secara resmi menganut paham Islam ultrakonservatif yang disebut dengan Wahabisme. Doktrin utamanya puritanisme: pemurnian Islam dari segala macam bid’ah. Ideal type-nya generasi Islam awal atau salaf, karena itu pengikutnya mengklaim sebagai salafi. Madzhabnya Hanbali, rujukan utamanya Ibn Taymiyah, panutannya Ben Baz dan Nashiruddin al-Albani. Uang minyak dan devisa haji-umroh menopang ideologi ini sejak KSA (Kingdom of Saudi Arabia) resmi berdiri pada 1932.

Sampai datang saat harga minyak tumbang pad 2014. APBN KSA defisit pada 2015, 2016, 2017. Krisis ekonomi selalu menjadi awal dari perubahan. Akhir 2017, Putra Mahkota Muhammad bin Salman (MBS) membuat pernyataan mengejutkan: KSA akan meninggalkan ideologi konservatif Islam dan bergerak ke arah moderatisme. KSA juga mengklaim telah memecat ribuan imam radikal.

Pertengahan November 2017, Osama bin Mohammed Abdullah Al-Shuaibi, Dubes KSA untuk Indonesia, bertemu PBNU dan menyatakan komitmen mendukung pengembangan Islam moderat. Komitmen ini dinyatakan kembali saat hadir dalam peringatan harlah NU ke-92 pada 31 Januari 2017 di Masjid Raya di KH Hasyim Asy’ari, Jakarta. Dia mengaku mengapresiasi NU sebagai jam'iyyah yang mengajarkan Islam wasathiyyah, mencintai negaranya, mengajarkan kehidupan toleransi, dan bisa bekerja sama dengan semua golongan termasuk non-Islam.

Pada 1 Oktober 2018,  usai menghadiri pertemuan di Kementerian Luar Negeri RI, dia membantah negaranya mencekal Rizieq Shihab dan mengaku tidak mengenal siapa dia. Pada 13 November 2018, tone-nya sedikit berubah. Dalam kunjungannya ke PP Muhammadiyah, dia membela Riziq Shihab, menyebut Rizieq Shihab bukan sosok yang menakutkan dan bahwa negaranya menjamin hidup dan memperhatikan kehidupannya.

Pada 2 Desember 2018, watak aslinya keluar. Dia mencuit tentang kegiatan reuni 212 sebagai “kumpulan jutaan massa untuk persatuan Islam sebagai reaksi atas pembakaran bendera tauhid oleh salah satu organisasi menyimpang sekitar sebulan sebelumnya.”

(حشود مليونيه  للوحدة الاسلامية رادا على حرق راية  التوحيد من قبل احد
 الجماعات المنحرفة قبل شهرتقريبا )

Cuitannya diedit beberapa saat sesudahnya: “kumpulan jutaan massa untuk persatuan Islam dalam rangka kerja sama rakyat untuk keamanan dalam negeri.”

(حشود مليونيه للوحدة الاسلامية والتعاون الشعبي لحفظ  امن الوطن)

Pernyataan Osama mengungkap watak dasar Wahabisme yang tidak berubah: menganggap NU organisasi yang menyimpang.

Pada Juli 2015, Wikileaks membocorkan 600 ribu kawat diplomatik. Isinya, antara lain, kawat diplomatik Naif bin Abdil Aziz yang mencurigai kegiatan dan ceramah-ceramah Said Aqil Siroj, Ketua Umum PBNU, sebagai pembela Syiah dan Ahmadiyah, kelompok-kelompok organisasi sesat.

Redaksi yang digunakan Osama dalam menonjok organisasi pembakar ‘bendera tauhid’ sebagai salah satu organisasi menyimpang (  احد الجماعات المنحرفة) menegaskan tuduhan kawat diplomatik  itu bahwa NU (Ansor ada di dalamnya) sama menyimpangnya dengan Syiah dan Ahmadiyah.

Meminjam istilah Foucault, episteme Wahabisme tidak pernah berubah. Lalu apa arti klaim-klaim bombastis MBS yang mau meninggalkan Wahabisme? Itu sekadar jurus pragmatis KSA untuk menarik “duit-duit kafir” investasi dalam rangka mendiversifikasi penerimaan Kerajaan selain minyak. Minyak pasti habis. Kerajaan perlu duit asing. Investor menuntut keterbukaan. Di situlah keran liberalisasi secara bertahap dibuka. Siapa yang menghambat agenda itu akan digilas.

Jadi, ketika KSA memecat ribuan imam radikal itu bukan karena ingin mengembangkan Islam wasathiyah, tetapi membuldoser penghalang. Pemecatan ribuan radikal itu sama dengan menyingkirikan penghalang lain. Namanya Jamal Khashoggi, jurnalis Arab Saudi yang kritis dengan Kerajaan dan kehidupan para pangeran.  

Alhasil, Wahabi tetap Wahabi. Demikian.

Sekum PP ISNU
Repost by Demak Mengaji

Komentar

Populer Post

Wanita haidl baca tahlil bolehkah ???

Hukum Jual Beli Kucing Menurut Syariah

Wong Sakti

BIOGRAFI KH.M MARWAN A.H (Jragung)

Kontekstual Makna Jihad Dalam Al-Qur'an

Hukum pesan makanan via ojek online menurut syariah

Hukum mengucapkan "Selamat Hari Natal"

Hukum Belajar Ilmu Tentang Haidl/ Nifas

GEBYAR HSN 2018 PCNU KAB. DEMAK

Membangun Generasi Muda NU Desa Sidokumpul

NIKAH & KELUARGA

MATERI FIQIH

KEGIATAN ISLAMI

BIOGRAFI & KISAH

MATERI UMUM

BERLANGGANAN VIA EMAIL

Untuk Berlangganan Ngaji Online Bersama Demak Mengaji via Email Gratis, Dapatkan kajian Islam terbaru