Langsung ke konten utama

Cari Materi Mengaji ☟

Wanita haidl baca tahlil bolehkah ???





Pembicara  : Libasuttaqwa ( Gus Libas )

Jabatan       : Branch Manager PT Sorban Nusantara Cabang Kab. Demak ( Tour & Travel Resmi GP. Ansor.
Sumber Kajian : Kitab I'anatuth Thalibin


http://www.demakmengaji.info
Mati tidak mengenal kompromi. Kapapun bisa datang, dimanapun bisa terjadi. Dan mati juga tidak bisa ditawar apalagi dimajukan waktunya 'fala yasta'khiruna sa'atan wa la yastaqdimun'. Begitulah aturan dari Yang Maha Kuasa. Dia yang memberi penghidupan Dia pula yang berhak mencabutnya kembali. Kapanpun Dia suka.Sehubungan dengan mati, maka ta'ziyah dan tahlil sebagai acara do'a bersama tidak bisa dilewati. Meskipun banyak orang yang mengatakan do'a untuk orang mati tidak sampai bid'ah, tetap saja keluarga tidak tega untuk tidak mendo'akannya. Apalagi jika si mayit itu ayah, suami, kakak atau adik yang memiliki peran dan kontribusi pada kehidupan kita. Apalagi yang dapat kita berikan kepadanya selain do'a. Uang, emas, mobil tidak dapat dia bawanya ke alam kubur. Bahkan harta yang dikumpulkannya selama hidupnya malah akan segera dibagi-bagi sebagai warisan. Sungguh kasihan jika mayit tidak kita bekali dengan do'a, dan sungguh tega jika hanya do'apun kita tidak memberikannya.


Namun sekali lagi kematian datang sesuka hati, dia tidak tahu ternyata istri, adik, kakak, ataupun emak yang ditinggalkan dalam keadaan hadats besar. Seringkali mereka bingung bolehkah berkirim do'a membaca surat ikhlas dan Fatihah, jika dalam keadaan haidh. Padahal mayit kesayangan sangat membutuhkan do'anya?

Mengenai hal ini I'anatuth Thalibin menerangkan dengan jelas:

وإن قصد الذكر وحده أو الدعاء أو التبرك أو التحفظ أو أطلق فلا تحرم لأنه عند وجود قرينة لا يكون قرأنا إلا بالقصد ولوبما لا يوجد نظمه فى غير القرأن كسورة الإخلاص

Apabila ada tujuan berdzikir saja atau berdo'a, atau ngalap berkah atau menjaga hafalan, atau tanpa tujuan apapun (selama tidak berniat membaca al-Qur'an) maka (membaca al-qu'an bagi perempuan haidh) tidak diharamkan. Kerena ketika dijumpai suatu qarinah, maka yang dibacanya itu bukanlah al-Qur'an kecuali jika memang dia sengaja berniat membaca al-Qur'an. Walaupun bacaan itu sesungguhnya adalah bagian dari alqur'an semisal surat al-ikhlas.


Baca Juga :
- Hukum belajar tentang haidl/nifas

Demikianlah sesungguhnya seorang yang sedang haidh diperbolehkan membaca al-Qur'an selama diniatkan untuk berzikir maupun berdo'a demikian pula membaca tahlil dan tahmid dan takbir. Bahkan dalam kitab al-Mizanul Kubro diterangkan dengan tegas bahwa Imam Malik memperbolehkan wanita haidh membaca al-Qur'an.


www.demakmengaji.info

Komentar

  1. Balasan
    1. Pak Huda di tunggu Kajian Kitabnya di www.demakmengaji.info pasti kami terbitkan..

      Hapus
  2. Sangat bermanfaat sekali, kebanyk dri kita khususnya kaum hawa belum mengetahui tentang hal ini...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Alhamdullh Semoga Website www.demakmengaji.info dapat memberikan manfaat khususnya warga demak. Amin

      Hapus

Posting Komentar

Populer Post

Hukum Jual Beli Kucing Menurut Syariah

Wong Sakti

BIOGRAFI KH.M MARWAN A.H (Jragung)

Kontekstual Makna Jihad Dalam Al-Qur'an

Hukum pesan makanan via ojek online menurut syariah

Hukum mengucapkan "Selamat Hari Natal"

Hukum Belajar Ilmu Tentang Haidl/ Nifas

GEBYAR HSN 2018 PCNU KAB. DEMAK

Membangun Generasi Muda NU Desa Sidokumpul

NIKAH & KELUARGA

MATERI FIQIH

KEGIATAN ISLAMI

BIOGRAFI & KISAH

MATERI UMUM

BERLANGGANAN VIA EMAIL

Untuk Berlangganan Ngaji Online Bersama Demak Mengaji via Email Gratis, Dapatkan kajian Islam terbaru