Langsung ke konten utama

Cari Materi Mengaji ☟

Kontekstual Makna Jihad Dalam Al-Qur'an



Pembicara : Ahmad Zaqi Maulana, SH.I ( Gus Zaqi)
(Pengurus PAC Rijalul Ansor Kecamatan Guntur)
Sumber     : Tafsir Al Azhar
Karya        : HAMKA

KONTEKSTUALISASI MAKNA JIHAD DALAM AL-QUR’AN
Telaah Tafsir Al-Azhar Karya HAMKA



Jihad merupakan isu hangat yang paling sensitif dan sering diperdebatkan dalam tahun-tahun terakhir terlebih setelah munculnya ISIS dan kelompok Islam radikal lainnya. Isu tentang jihad sering diperbincangkan dalam forum diskusi, seminar, media massa dan buku-buku akademis baik di Barat maupun di Timur. Jihad juga merupakan konsep dalam Islam yang sering disalahpahami baik dari sebagian kalangan umat Islam sendiri terlebih lagi oleh para ahli dan pengamat Barat.

Ajaran dan gerakan jihad yang ekstrim dan destruktif menjadi perhatian dan sorotan publik seluruh dunia. Banyak label yang diberikan oleh kalangan Eropa dan Amerika Serikat untuk menyebut gerakan Islam radikal. Sebutan tersebut antara lain kelompok garis keras, ekstrimis, militan, Islam kanan, fundamentalisme sampai terorisme. Bahkan di negara-negara Barat pasca hancurnya ideologi komunisme memandang Islam sebagai sebuah gerakan dari peradaban yang menakutkan.

Akan tetapi yang perlu dilihat adalah bahwa Islam sebagai agama damai sama sekali tidak pernah mengajarkan praktek kekerasan sebagaimana terminologi di Barat. Islam tidak memiliki keterkaitan dengan gerakan radikal, bahkan tidak ada pesan moral Islam yang menunjukkan kepada ajaran radikalisme baik dari sisi normatif maupun historis kenabian. Bahkan semua ajaran agama manapun secara substantif tidak ada yang mengajarkan kekerasan.

Meskipun demikian memang ada sekelompok dari Umat Islam yang melakukan praktek radikalisme dan kekerasan dengan berbagai dalih seperti ajaran jihad melawan kekufuran. Perjuangan jihad dengan kekerasan semacam ini dapat terjadi disebabkan sentimen emosional keagamaan yang ada dalam perasaan sebagian umat Islam dan sama sekali bukan dari ajaran dasar Islam. Sementara Islam merupakan agama perdamaian yang mengajarkan sikap berdamai dan mencari perdamaian.

Tetapi memang harus diakui bahwa dalam fenomena historis terdapat kelompok-kelompok Islam garis keras dengan ajaran jihadnya dan tafsir ayat-ayat jihad. Kelompok tersebut ialah yang menggunakan jalan jihad kekerasan untuk mencapai tujuan politis atau mempertahankan faham keagamaannya secara kaku. Istilah ini dalam bahasa peradaban global sering disebut kaum radikalisme Islam. Sedangkan Harun Nasution menyebutnya dengan sebutan khawarij abad ke dua puluh (abad 21-pen) karena memang jalan yang ditempuh untuk mencapai tujuan adalah dengan menggunakan kekerasan sebagaimana dilakukan khawarij pada masa pasca tahkim.

Gerakan jihad dengan kekerasan yang akhir-akhir ini berkembang pesat di dunia barat dan timur sangat menarik untuk dikaji dari sudut pandang akar teologi penafsiran al-Qur’an. Dalam melakukan penelitian akar tafsir jihad dibutuhkan analisa yang mendalam dan teliti untuk melacak secara tuntas tema-tema penafsiran ayat tentang jihad. Pemahaman radikalisme Islam berakar dari sebuah teologi jihad dan pemahaman sumber dasar Islam al-Qur’an maupun hadis dengan sudut pandang pemahaman yang berbeda. Di antara akar pemahaman radikalisme tersebut berasal dari pemahaman tafsir al-Qur’an. Di antara sebab-sebabnya ialah salah pemahaman dalam mengartikan makna jihad. Jihad diartikan secara sempit yaitu hanya sebatas perang mengangkat senjata.

Oleh karena itu, di era modern ini sangat diperlukan adanya kontekstualisasi makna jihad secara lebih luas. Terminologi jihad harus diposisikan dalam konteks yang lebih luas, sehingga jihad tidak identik kepada pemahaman radikal, teror, perang, angkat senjata dan bom. Usaha kontekstualisasi pemaknaan jihad ini merupakan langkah awal untuk membentuk umat Islam yang damai, rukun, aman dan ramah. Kontekstualisasi makna jihad juga merupakan bentuk usaha untuk menghilangkan kesan kekerasan pada Islam. Kontekstualisasi makna jihad dalam al-Qur’an bermuara dari pemahaman tafsirnya.

Di antara karya tafsir al-Qur’an yang latar belakang penyusunannya karena dizalimi oleh penguasa ialah tafsir al-Azhar karya HAMKA. Sebagian kitab tafsir tersebut disusun oleh pengarangnya ketika berada di dalam penjara sehingga beliau bisa menyelesaikannya. Psikologis pengarang yang tertekan dan mendapat ancaman penguasa juga ikut mewarnai corak penafsiran dari tafsir tersebut. Di samping itu HAMKA dalam menafsirkan al-Qur’an lebih sering mengaitkannya dengan konteks masyarakat dengan memberikan penjelasan berdasarkan kondisi sosial yang sedang berlangsung seperti kondisi pemerintahan orde lama dan situasi politik kala itu.

Di antara contoh penafsiran HAMKA dalam konteks jihad yang menarik untuk dikaji dalam tafsir al-Azhar ialah pernyataan beliau bahwa kalimat jihad berarti berjuang bersungguh-sungguh atau bekerja keras tidak peduli payah. Oleh sebab itu, maka al-harb yang berarti perang, hanyalah sebagian dari jihad. Maka nyatalah bahwa jihad lebih luas lagi daerahnya daripada perang yang perangpun termasuk di dalamnya.

Dari contoh penafsiran tersebut menunjukkan bahwa ada upaya HAMKA untuk melakukan kontekstualisasi penafsiran makna jihad dalam al-Qur’an. Penafsiran kontekstual tersebut sangat dibutuhkan saat ini sebagai upaya untuk meredam paham radikal dalam Islam. Tafsir al-Azhar sebagai satu di antara tafsir karya anak bangsa berusaha ikut memberikan kontribusi penafsiran untuk mewujudkan Islam yang damai, ramah dan toleran karena Islam lebih mengutamakan perdamaian daripada kekerasan sehingga tujuan Islam bisa tercapai yakni menjadi “rahmat li al-‘alamin”.


Komentar

  1. Pencerahan jelas sekali gus,,,sayangnya jaman sekarang banyak orang yg salah tangkap soal makna jihad itu sendiri

    BalasHapus

Posting Komentar

Populer Post

Wanita haidl baca tahlil bolehkah ???

Hukum Jual Beli Kucing Menurut Syariah

Wong Sakti

BIOGRAFI KH.M MARWAN A.H (Jragung)

Hukum pesan makanan via ojek online menurut syariah

Hukum mengucapkan "Selamat Hari Natal"

Hukum Belajar Ilmu Tentang Haidl/ Nifas

GEBYAR HSN 2018 PCNU KAB. DEMAK

Membangun Generasi Muda NU Desa Sidokumpul

NIKAH & KELUARGA

MATERI FIQIH

KEGIATAN ISLAMI

BIOGRAFI & KISAH

MATERI UMUM

BERLANGGANAN VIA EMAIL

Untuk Berlangganan Ngaji Online Bersama Demak Mengaji via Email Gratis, Dapatkan kajian Islam terbaru